Selasa, 17 Agustus 2010

Tokoh Agama di Inggris Menentang Keras 'Dokter Kematian'

Tokoh Agama di Inggris Menentang Keras 'Dokter Kematian'

detail_img

TUESDAY, 17 AUGUST 2010

Total View : 381 times

Dokter ini dipanggil dengan nama ‘Dokter Kematian’. Hal ini dikarenakan para pensiun yang berani mengungkapkan ‘cukup adalah cukup’ sehingga mereka memanggil sang dokter untuk mengakhiri hidup mereka. Dr. Michael Irwin mengatakan bahwa dia mengetahui bahwa wanita usia lanjut di Inggris banyak yang memutuskan untuk pergi ke Dignitas, ‘klinik bunuh diri’ Swiss karena mereka menderita artitis dan penglihatan yang jauh dari kurang. Sedikitnya sudah sembilan orang yang dia ‘tolong’ melalui program ini.
Dia percaya bahwa masih ada banyak orang yang ingin mengambil jalan yang sama seperti wanita tua di Inggris tersebut. Sebuah grup baru-baru ini mengambil poling dan sekitar 67 persen orang yang ditanya setuju bila orang yang sudah sangat renta dan kemungkinan mempunyai cacat mental dibolehkan untuk menerima bantuan dokter untuk meninggal, terutama jika mereka menderita penyakit yang mengganggu.
Hanya 19 persen yang menolak keputusan ini. Hal ini menyebabkan perpecahan. Beberapa tahun belakangan ini diadakan kampanye yang berfokus pada ‘hak’ untuk orang bisa meninggal karena penyakitnya sangat parah atau cacat mental baik di rumah mereka maupun di negara yang memperbolehkan hal tersebut. Mereka diberi dosis tinggi suatu obat yang dapat menyebabkan kematian mereka.
“Setelah delapan sampai sembilan decade, orang-orang bisa menentukan bahwa hidup mereka sudah cukup dan terlalu lama. SOARS (Society for Old Age Rational Suicide) sangat percaya bahwa ada banyak kaum senior yang akan memilih opsi seperti ini…” menurut laman website mereka.
Dr. Irwin, sebagai coordinator SOARS, memberitahu bahwa tahun ini dia tidak akan melakukan eksekusi meskipun dia mengakui dia telah membantu beberapa orang dengan mengambil nyawa mereka. Dia memberi tahu The Daily Telegraph minggu ini dia akan melakukan kontak dengan wanita Inggris yang telah memutuskan untuk bunuh diri karena penyakitnya.
Kampanye lainnya akan dilakukan oleh grup agama dan kemanusiaan yang menentang keras hak untuk mengambil nyawa seseorang hanya karena dia sudah terlalu tua ataupun mempunyai cacat mental atau berpenyakit. Mereka percaya bahwa masyarakat yang menyetujui mengambil nyawa orang lain merupakan tindakan yang benar adalah tanda bahwa mereka juga bisa bunuh diri sesuka hati mereka jika mereka ingin beban hidup mereka terangkat.

Source : telegraph/lh3

Sabtu, 14 Agustus 2010

KOIN LANGKAH

Koin Langka Berusia 2200 Tahun Ditemukan Di Israel

SATURDAY, 14 AUGUST 2010

Total View : 201 times

Para arkeolog di Israel mengatakan mereka telah menggali dan menemukan mata uang yang paling berharga yang pernah ditemukan di wilayah ini.
Mata uang yang diperkirakan berusia 2.200 tahun ini ditemukan di Tel Kedesh dekat perbatasan Libanon pada tanggal 22 Juni lalu.
Artefak ini beratnya hanya satu ons (28 grams), namun diperkirakan nilainya sekitar US$ 80,000.
“Koin ini setara dengan seratus uang perak di zaman kuno,” ujar Donald T. Ariel, kepala Departemen Koin dari Israel Antiquities Authority. “Nilainya pasti setara dengan setengah tahun atau setahun gaji dalam satu koin.”
Koin tersebut diyakini telah dicetak di Alexandria, Mesir, pada masa pemerintahan Ptolemeus V tahun 191 SM. Para arkeolog berspekulasi bahwa koin ini mungkin menunjukkan potret istri sang penguasa, Cleopatra I.
“Rakyat biasa tidak akan memiliki koin seperti ini – koin ini memiliki arti seremonial atau simbolik dan mungkin dimaksudkan untuk digunakan di sebuah kuil dan didedikasikan bagi Ratu Arsinoe,” ujar Ariel.
Barang kuno dari jangka waktu tersebut yang pernah ditemukan adalah berupa dua koin emas.

Source : cbn.com

Jumat, 13 Agustus 2010

KEPUTUSAN KITA BISA MENGUBAH MASALALU

8 Fakta tentang Bebe
Sabtu, 14 Agustus 2010 | 04:26 WIB
MANCHESTER, KOMPAS.com - Tanpa awalan, Manchester United (MU) tiba-tiba mengumumkan telah membeli penyerang Bebe dari Vitoria Guimaraes. Ini merupakann kejutan, karena transfer terjadi setelah Alex Ferguson mengaku puas dengan skuadnya dan tak membutuhkan tambahan lagi.

David Gill sudah menjelaskan, meski sudah memantau Bebe sejak lama, MU tak berniat membelinya di bursa transfer ini. Menurut Gill, ide membeli Bebe muncul mendadak dan tuntas hanya dalam waktu sepekan.

Menambahkan itu, Ferguson mengatakan, pembelian Bebe dipercepat karena ada banyak klub menginginkannya. Ia juga mengatakan, "Anda akan menemukan dongeng ketika membaca latar belakangnya. Namun, itu adalah hal yang biasa terjadi, ketika Anda mengidentifikasi potensi seseorang."

Mengingat Bebe bukan pemain yang tak banyak dikenal, seharusnya memang ada sesuatu yang istimewa darinya, sehingga MU memutuskan membelinya dari Vitoria de Guimaraes, klub yang baru dibela Bebe selama lima pekan.

Berikut adalah beberapa fakta tentang Bebe.
1. Bebe tumbuh di Panti Asuhan Casa do Gaiato de Santo Antao do Tojal. Panti asuhan ini menampung anak-anak yang orang tuanya tidak mampu.

Soal ini, Bebe mengatakan, "Aku lebih banyak hidup mandiri. Aku ingat malam-malam di mana aku tidur di jalanan. Ketika Aku melihat apa yang terjadi (bermain untuk MU), ini seperti Cinderella versi dunia olahraga. Semua pengorbanan terbukti tak sia-sia."

2. Bebe bernama asli Tiago Manuel Dias Correia. "Bebe" adalah panggilan kakaknya, yang kemudian diikuti teman-temannya dan itu terus melekat padanya sampai sekarang.

3. Bebe mengenal sepak bola di jalanan. Namun, ia pernah bermain untuk tim anak-anak bernama Loures . Ketika bermain di situlah bakat Bebe terendus Estrela da Amadora, yang kemudian merekrutnya.

4. Bebe bermain di Festival Sepak Bola Jalanan Eropa di Bosnia, 2009 lalu. Di sana, ia mewakili tim Organisasi Tunawisma CAIS dan mencetak 40 gol dari enam pertandingan, lebih tinggi bahkan dari akumulasi gol tim mana pun.

5. Lima pekan lalu, Estrela da Amadora tak mampu membayarnya. Ia kemudian bergabung Vitoria Guimaraes dalam status bebas transfer dan terikat kontrak lima musim dengan klausul pemutusan kontrak bernilai sembilan juta euro.

MU kemudian membeli pemain yang cuma berpengalaman tampil di Divisi Tiga dan beberapa laga persahabatan Guimaraes dan tak bisa berbahasa Inggris ini dengan harga sekitar tujuh juta poundsterling.

6. Ferguson membeli Bebe atas rekomendasi mantan asistennya yang kini menjadi manajer Portugal, Carlos Queiroz. Ferguson ingin menunda pembelian Bebe sampai setidaknya musim depan, tetap pergerakan Real Madrid membuatnya mempercepat rencana pembelian.

Ferguson sama sekali tak bertemu langsung dengan Bebe sampai awal pekan ini.

7. Secara umum, Bebe masih mentah. Namun, ia memiliki beberapa kemampuan dasar menonjol, misalnya mampu berlari cepat, bertendangan kaki kanan bagus, dan bertinggi 1,8 meter. Ia mampu bermain di sektor sayap kiri maupun kanan, di tengah maupun di depan.

Menurut pelatih Estrela de Amadora, Bebe adalah "Pemain yang merupakan buah sepak bola jalanan. Ia belajar di jalanan dan memiliki kreativitas alami, ketidaksopanan, dan semua itu membuatnya berbeda."

8. Karena berusia di bawah 21 tahun, ia bukan masalah bagi MU yang terbebani peraturan Premier League tentang skuad berjumlah 25 pemain. Dengan Danny Welbeck dan Mame Biram Diouf dipinjamkan ke klub lain, Bebe mungkin akan mendapatkan kesempatan bermain. Ajang Piala Carling bisa menjadi arena Bebe unjuk gigi. (DM)

Selasa, 03 Agustus 2010

Astronom China: UFO Akan Datang pada 2011
VIVAnews
By Elin Yunita Kristanti - Rabu, 4 Agustus


[Tampilan UFO di film Independence Day] Tampilan UFO di film Independence Day

VIVAnews - Astronom China, Wang Sichao memprediksi kedatangan mahluk luar angkasa atau unidentified flying object (UFO) dalam dua tahun, 2011 atau 2012.

Wang yang juga ahli planet-planet kecil mengeluarkan spekulasi ini pasca beberapa laporan penampakan UFO atau benda aneh di langit beberapa wilayah di China seperti Zhejiang, Hunan, Chongqing dan Xinjiang sejak bulan lalu.

Pernyataan Wang didasarkan fakta bahwa, "Keberadaan 2,5 miliar planet -- termasuk di Galaksi Bimasakti, sangat mungkin ada kehidupan dan peradaban berteknologi di sana."

"Antara Bumi dan peradaban luar angkasa itu baru dalam tahap pendekatan primer," tambah Wang.

Pernyataan astrofisikawan ternama, Stephen Hawking April lalu bahwa kedatangan Alien akan berdampak buruk bagi manusia dibantah Wang. Kata dia, masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan.

Wang mendesak para ilmuwan untuk merancang dan membuat teleskop berteknologi lebih maju -- untuk mengamati benda terbang aneh yang muncul tiba-tiba. Kadang hanya dalam hitungan detik.

China pernah dihebohkan oleh penampakan benda misterius Rabu 7 Juli 2010 malam. Penampakan cahaya terang itu bahkan sempat mengganggu penerbangan. Benda itu diduga UFO.

Bandar Udara Xiaoshan di Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, China, sempat ditutup selama beberapa jam.

Belum dipastikan apa sebenarnya benda tersebut, namun Pakar senjata MIT, Geoffrey Forden mengatakan benda bercahaya itu diduga misil balistik China. Sementara, para ahli China menyimpulkan itu pesawat terbang biasa.

Sebelumnya, pada Minggu 18 April 2010 malam, penampakan benda misterius terang benderang terlihat di Chengdu.

Benda terang itu sempat berhenti, menggantung di udara selama beberapa menit. Lalu, tiba-tiba ia bergerak dengan kecepatan lebih lambat dari pesawat udara biasa. Sekitar pukul 20.51. kata saksi mata, Zhang, benda itu menghilang.

TEMPAT PEMULIHAN

Thomas Selan

Pengantar:
Ketika terdampar di Jakarta, usia Thomas masih muda. Dan, seperti anak-anak muda pendatang lainnya dia pun mempunyai cita-cita untuk meraih hidup sukses di kota ini. Namun, ketika melihat kenyataan bahwa banyak penghuni kota ini yang mencoba bertahan hidup, antara lain dari mengais-ngais sampah, dan tidur di emperan dan kolong jembatan, atau tinggal di bilik-bilik kumuh dekat tempat pembuangan sampah, sementara anak-anak mereka berkeliaran, tidak bersekolah, maka dia merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu untuk mereka. Dengan semangat dan kegigihannya, dia mengumpulkan anak-anak dari para pemulung dan orang-orang miskin, untuk belajar. Dia juga menjadi pembimbing, penasihat, dan penyemangat bagi mereka yang telah berusia lanjut dalam menjalani sisa-sisa hidup mereka. Bahkan, dia kemudian mencari dan mengumpulkan anak-anak muda yang terganggu jiwanya, dan hidup berkeliaran. Dia sendiri yang merawat mereka, sampai mereka pulih kembali.

Thomas Selan(36 tahun)
Lahir : 9 Maret 1972 di di So'e, Timor-Kupang.
Pada usia 15 tahun Thomas ikut kakaknya ke Pontianak, Kalbar. Di sana setamat SMA, dia mencoba ikut UMPTN, tapi tidak lulus. Dia lalu bekerja di perusahaan Barito Pacific Timber.
Setelah merasa mempunyai uang cukup, dia ingin kembali dulu ke Timor via jakarta. Ketika tiba di Jakarta, dia bertemu kawan yang menawarkan dia untuk bekerja di Jakarta saja. Dia lalu bekerja sebagai Satpam yang bertugas pada malam hari. Ketika bekerja sebagai Satpam, dia terkesan pada temannya, yang bekerja sebagai petugas kebersihan,.yang giat melakukan pelayanan rohani (Kristen).
Akhirnya Thomas dan seorang temannya, Abraham, memutuskan untuk melakukan tugas pelayanan dalam bentuk lain. Mereka mengamen pada siang hari, di bus-bus kota. Hasil mereka mengamen itu, bukan digunakan untuk keperluan mereka sendiri tapi justru mereka belikan beras, tempe, tahu, dan sebagainya, kemudian mereka masak dan membungkusnya sendiri menjadi beberapa bungkus, lalu mereka antarkan sendiri untuk dibagi-bagikan kepada para orang miskin, terlantar, yang tidur di emperan atau di kolong jembatan.
Pada suatu saat temannya berangkat ke Manado, untuk melayani para pengungsi yang datang dari Maluku, ketika terjadi krisis horisontal di sana, maka dia memutuskan untuk melakukan pelayanan sendiri. Di dekat tempat tinggalnya itu ada tempat pembuangan sampah. Dia mengumpulkan enam orang anak (yang orang tuanya menjadi pemulung). untuk belajar membaca dan menulis. Thomas sendiri yang bertindak sebagai guru. Tiga bulan kemudian anak didiknya menjadi 80 orang anak. Melihat minat anak-anak di sekitar tempat tinggalnya yang semakin bertambah, maka dengan bantuan dari sebuah yayasan dia mendirikan taman kanak-kanak, khusus untuk anak anak-anak para pemulung dan penduduk miskin di sekitarnya. Di samping itu, dia juga membuka kegiatan bimbingan belajar. Saat itu anak-anak yang belajar mencapai 200 anak. Semua peralatan belajar, dia usahakan sendiri. Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu. Untuk mengajar sekian banyaknya murid, dia dibantu oleh para sukarelawan lainnya, yang pada hari-hari biasa merupakan karyawan-karyawan swasta.



Ketika sedang mengajar anak-anak itu, suatu ketika Thomas didatangi oleh beberapa orang lanjut usia (Lansia) yang memintanya untuk membimbing/melayani mereka juga. Kini jumlah para Lansia yang berada di bawah bimbingannya telah menjadi 150 orang. Setiap Senin dia melayani para Lansia ini di Gereja Salvatore, Sunter. Para Lansia ini umumnya bekerja sebagai pemulung. Jika antara mereka ada yang sakit maka Thomas akan mengusahakan agar mereka bisa memperoleh perawattan dan pengobatan. Dan jika ada yang meninggal, maka Thomas akan mengusahakan agar bisa dimakamkan dengan layak.
Pada suatu saat dia berkunjung ke suatu daerah kumuh.di Warakas, Jakarta Utara. Di sana dia menemukan seorang gila, bernama Usman. Menurut penduduk sekitar situ, Usman sudah sembilan tahun.berada di situ. Badannya sangat kotor, rambutnya yang panjang sampai punggung., sudah menyatu keras, karena tak pernah dicuci.Usman ini lalu dibawa ke rumahnya, lalu dicukur rambutnya sampai gundul, dimandikan dengan memakai rinso dan sabun colek. Satu minggu baru badannya benar-benar bersih.
Usman dirawat dan didoakan oleh Thomas sendiri. Setelah tiga bulan, ingatan Usman mulai pullih. Dia menceritakan bahwa dia menjadi seperti itu karena istrinya selingkuh dengan pria lain.
Ketika Usman diajak untuk berekreasi ke kebun-binatang (menggunakan kereta api), dia tidak mau turun dari kereta walaupun sudah sampai. Akhirnya dia terbawa kereta, dan sampai sekarang tidak ada kabarnya lagi.
Thomas lalu mengangkat satu anak gila lainnya, Rendi. Sekarang jumlah mereka sudah 24 orang. 14 orang bisa normal kembali dan bekerja, dua sedang pulang ke kampungnya, dan yang tinggal ada delapan orang.

Kini, sejak satu setengah tahun yang lalu, Thomas telah memperoleh tempat sebagai pusat kegiatannya, yaitu di wilayah Sunter. Di tempat ini, dia telah membangun sebuah rumah, tempat dia, isterinya, dan seorang anaknya tingggal. Rumah ini tadinya sekaligus juga sebagai tempatnya melakukan beberapa kegiatan, dan tempat berkumpul/tinggal anak-anak yang terganggu pikirannya. Namun, belum lama ini, ada seorang ibu, yang bersimpati terhadap usaha-usaha kemanusiaan yang dilakukan Thomas, telah menyumbangkan sebuah bangunan 6 x 12 m, di sebelah rumah tinggalnya. Di bangunan yang baru inilah kini Thomas melakukan berbagai kegiatan, seperti kebaktian, mengasuh anak-anak muda yang terganggu syarafnya.

Kemudian, juga ada yang menyumbang uang, yang oleh Thomas dimanfaatkan untuk membangun sebuah bangunan sederhana yang dijadikan semacam warung untuk menjual kebutuhan sehari-hari.

Thomas sampai saat ini terus menjalankan semua kegiatan manusiawi ini. Dan dalam menjalankan kegiatannya dia menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Tuhan. Dia senantiasa berdoa, agar diberi kekuatan untuk terus mencari dan menemukan mereka yang merasa terbuang dan kehilangan masa depan, dan membantu mereka untuk memperoleh kembali semangat hidup, dan harapan untuk bisa hidup layak.

Monday, June 9, 2008


Euro 2008

Dibakar Oleh Dendam, Dibalut Dengan Kasih

Dibakar Oleh Dendam, Dibalut Dengan Kasih

TUESDAY, 03 AUGUST 2010

Total View : 1538 times

Karena pergaulan buruk dengan teman-teman ganknya, perkelahian, narkoba dan minuman keras menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup Odi Manaroisong sejak masih remaja.
"Ketika saya minum arkohol, bawaan saya itu sudah lain. Kadang-kadang bukan masalah saya, bukan urusan saya, bisa buat saya emosi. Saya tidak mau teman satu gank saya di pukul oleh orang. Tidak perduli teman saya yang salah atau orang yang salah, saya akan berusaha tampil menjadi pahlawan. Hal ini saya lakukan supaya mereka tahu siapa saya."
Perkelahian demi perkelahian di jalani Odi dan ganknya demi pembuktian bahwa diri mereka hebat. Namun semua itu tidak bisa memuaskan hasrat Odi, dia ingin lebih lagi melakukan pembuktian dengan merantau ke Jakarta.
"Rasa ingin tahu saya begitu besar. Dan menurut saya kalau belum merantau ke Jakarta, bukan laki-laki Manado. Saya merasa kampungan banget kalau jadi preman tapi cuma preman di kampung," tutur Odi.
Sesampainya di Jakarta, Odi tinggal di rumah saudara teman satu ganknya yang ternyata adalah pengedar narkoba. Hal itu membuat hidup Odi lebih hancur.
"Kalau malam, banyak anak-anak yang datang ke rumah itu. Ternyata rumah itu adalah markas. Di rumah itulah saya baru mengenal yang namanya gele, dan ganja. Bukan hanya pemakai saja, saya juga disuruh-suruh antar barang kesana-sini. Hal itu membuat pola pikir saya berubah, kehidupan yang penting adalah senang. Kalau sudah bosan dengan gele, dengan minuman, dengan arkohol, maka yang selanjutnya adalah wanita."
Namun selama menjalani kehidupan kelamnya di Jakarta, Odi mulai berpikir dan rindu akan kedua orangtuanya.
"Ketika saya sendirian, saya jadi rindu orang tua, rindu kampung. Kenikmataan sesaat itu tidak bisa memuaskan saya. Pada waktu saya diam, di situ ada bisikan-bisikan di hati. Saya berusaha mengabaikannya, tapi akhirnya saya putuskan untuk pulang saja."
Odi pun kembali ke kampung halamannya, dan kembali bergaul dengan teman-temannya sesama preman. Hingga suatu malam, suatu peristiwa terjadi.
"Saya dengan teman-teman sedang di kedai minum, kami minum di sebuah meja, dan ada kelompok lain yang sedang minum juga di meja yang lain. Mereka termasuk preman-preman yang di segani di kampung. Karena kami tidak bergabung dengan mereka, kami di bilang sombong. Saya sangat tidak suka mendengar hal tersebut."
Sewaktu Odi keluar dari kedai untuk buang air kecil, salah seorang dari kelompok tersebut mengikutinya keluar. Setelah adu mulut sebentar, mereka akhirnya berduel. Pria itu membawa sebuah pisau, sedangkan Odi hanya membawa botol yang telah dipecahkan.
"Dia mau menusuk saya dengan pisau, saya menghindar. Dalam perkelahian tersebut hanya tangan saya saja yang terluka, sedang pisau orang itu terlepas. Saya duduki perut dia, dan hanya melukai orang tersebut."
Namun perkelahian Tersebut tidak berakhir disitu saja. Ternyata orang yang dilukai oleh Odi menyimpan dendam kesumat kepadanya. Tak pernah disangka oleh Odi, preman tersebut melakukan pembalasan dengan membunuh kakaknya, yang juga seorang preman juga.
"Saya pikir cuma tertusuk pisau saja, hal itu sudah biasa. Namun saya mendapat berita bahwa dia sudah mati. Saya stres sekali. Saya merasa, teman saja kalau di pukul orang saya bela mati-matian, tapi kakak saya sendiri saya tak bisa lakukan apapun."
Hal ini membuat Odi sangat terluka, dia merasa sangat sakit hati terhadap orang tersebut sehingga membuatnya merencanakan sesuatu yang sangat jahat terhadap orang tersebut.
"Saya rasa kebencian, akar pahit dan sangat ingin balas dendam. Kalau saya bertemu dengan orang tersebut, saya tidak akan membunuhnya, saya akan membuat orang itu cacat seumur hidup. Saya membuat janji tersebut di depan kuburan kakak saya."
Waktu berlalu namun kenangan pahit itu masih membekas di hatinya. Hingga suatu hari Odi melihat orang yang membunuh kakaknya. Orang tersebut hanya beberapa belas meter di depannya.
"Sewaktu saya melihat dia, saya ingat kembali komitmen saya di depan kubur kakak saya untuk membalas dendam pada orang itu. Saya jadi seperti orang kerasukan. Orang tersebut hanya berada sekitar dua puluh atau lima belas meter saja."
Namun ada sesuatu yang menahan Odi untuk melakukan pembalasan kepada orang tersebut. Dua tahun sebelumnya, sebuah perjumpaan yang mengubahkan di alami oleh Odi.
"Saya waktu itu dalam keadaan mabuk, dan melewati sebuah gereja kecil. Didalam gereja tersebut sedang berlangsung sebuah ibadah, namun saya hanya duduk-duduk diluar. Ada sebuah lagu dilantunkan dan saya menikmatinya dari luar. Lagu tersebut sangat menyentuh hati saya. Dikatakan ‘dipintu hatimu Tuhan memanggil'. Secara spontan saya menangis, dan saya merasakan sesuatu yang lain. Kok ada sukacita, kok ada sesuatu yang lain yang tidak pernah saya dapatkan di tempat lain."
Sentuhan tangan Tuhan di hari itu, membuatnya terus bertanya-tanya. Odi akhirnya menceritakan pengalamannya kepada seorang saudaranya. Dan dia dibimbing untuk melepaskan pengampunan kepada orang yang sudah membunuh kakaknya.
"Saya diminta mengampuni orang yang telah membunuh kakak saya, dengan menyebutkan namanya. Saya katakan, saya tidak mampu mengampuni. Namun saudara saya membimbing saya, ‘katakan bahwa kamu mau...' Dia rangkul saya, dia doakan saya, dia putuskan semua dendam dalam hidup saya, dan saya katakan, Tuhan ini hidup saya."
Kembali pada perjumpaan Odi dengan pembunuh kakaknya. Pada saat segala kenangan masa lalunya muncul dan membakar hatinya kembali dengan kemarahan, sebuah suara lembut berkata kepadanya.
"Bukankah Aku telah mengasihi engkau? Bukankah Aku telah menebus engkau? Bukankah engkau sudah mengampuni dia?"
Suara lembut itu terus mengetuk hatinya.
"Saat itu saya katakan, ‘Tuhan, aku tidak mampu dengan kekuatanku.'"
Odi menegur orang tersebut dari belakang, dan orang tersebut sangat ketakutan.
"Saya menyentuh punggungnya dari belakang dan menanyakan kabarnya. Namun dia sangat ketakutan, dia pikir saya menikamnya dari belakang. Dia terus menghindar ketika saya mengajaknya untuk berbincang, dan akhirnya pergi."
Hari itu, jamahan Tuhan telah membuat Odi menang dari dendam yang telah menumpuk di hatinya selama bertahun-tahun. Dan Odipun dengan kasih Tuhan, sudah melepaskan pengampunan kepada sang pembunuh kakaknya. Pemulihan dalam diri Odi terus berlangsung, dan dia menjadi pribadi yang baru.
"Tuhan itu sangat baik, Tuhan sangat peduli dengan kita. Apapun latar belakang hidup kita, apapun dosa yang pernah kita lakukan. Saya pernah merasa tertolak, merasa minder, merasa tidak ada nilainya, saya penuh kebencian, saya penuh dendam, tapi saya anggap sampah semua yang pernah saya lakukan di masa lalu. Dan sekarang saya merasa bangga memiliki Kristus, karena Dia telah memberikan semangat dan motivasi kepada saya bahkan memberikan keselamatan kekal menjadi bagian hidup saya."
(Kisah ini ditayangkan 3 Agustus 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel)
Sumber Kesaksian:
Odi Manaroisong

YUSAK

Abbalove Yusak " Yang diUtus menjadi SAksi Kristus "

"Orang-orang yang sederhana tetapi melakukan hal-hal yang Luar Biasa..."

Dipilih dari yang lemah
tuk menguatkan orang yang lemah
dipilh dari yang kecil
Tuk melakukan perkara yang Besar

Yusak.. Yusak...

Dipilih dari yang Gelap
Tuk menerangi hidup yang gelap
Dipilih dari suku bangsa
Tuk memulihkan suku-suku Bangsa

S'bab Firman yang kau tabur
Takan kembali percuma
S'bab Tanah yang kau injak
Kan menjadi milik Bapa..

" Yang diUtuS bAgi Kristus" Y U S A K.